loading...

Tahukah Kamu : Alasan Ilmiah Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan Siang


Aug 09, 2025   |   201 views

Sains Tubuh Kesehatan Pelajar Fakta

Alasan ilmiah mengapa kita mengantuk setelah makan siang ternyata bukan sekadar mitos atau kebiasaan malas. Fenomena ini dikenal dengan istilah post-lunch dip atau food coma dalam dunia medis, dan sudah banyak diteliti oleh para ilmuwan. Kondisi ini terjadi karena kombinasi antara proses pencernaan, perubahan hormon, serta ritme biologis tubuh.

Setelah makan siang, tubuh kita mulai memproses makanan menjadi energi. Proses pencernaan memerlukan aliran darah ekstra menuju sistem pencernaan, sehingga aliran darah ke otak sedikit berkurang. Inilah yang memicu rasa kantuk dan lemas. Selain itu, makanan yang tinggi karbohidrat dan gula dapat meningkatkan kadar insulin, yang memengaruhi masuknya triptofan ke otak. Triptofan kemudian diubah menjadi serotonin dan melatonin — hormon yang membuat kita merasa rileks dan mengantuk.

Berikut beberapa faktor ilmiah yang menyebabkan rasa kantuk setelah makan siang:

  • Ritme sirkadian tubuh – Sekitar pukul 13.00–15.00, ritme biologis manusia memang menurun secara alami, membuat energi menurun dan rasa kantuk meningkat.
  • Kandungan makanan – Konsumsi nasi putih, pasta, roti, atau makanan manis mempercepat lonjakan dan penurunan kadar gula darah.
  • Proses pencernaan – Tubuh memprioritaskan energi untuk mencerna makanan, sehingga aktivitas otak sedikit melambat.
  • Pengaruh hormon – Perubahan kadar insulin, serotonin, dan melatonin dapat memicu rasa rileks yang berujung pada kantuk.

Untuk mengurangi rasa kantuk setelah makan siang, ada beberapa tips yang didukung penelitian:

  • Pilih porsi makan yang seimbang dan tidak berlebihan.
  • Kombinasikan karbohidrat kompleks dengan protein dan sayuran.
  • Hindari makanan terlalu manis atau berlemak tinggi saat siang hari.
  • Lakukan peregangan ringan atau berjalan kaki 5–10 menit setelah makan.
  • Pastikan tidur malam cukup, minimal 7 jam.

Menariknya, rasa kantuk setelah makan siang tidak selalu hal buruk. Dalam beberapa budaya, seperti Spanyol dengan tradisi siesta, tidur siang sebentar justru terbukti meningkatkan produktivitas. Studi menunjukkan tidur siang singkat selama 10–20 menit dapat memperbaiki konsentrasi, memori, dan suasana hati.

Kesimpulannya, mengantuk setelah makan siang adalah respon alami tubuh terhadap proses pencernaan dan ritme biologis. Dengan memahami penyebabnya, kita bisa mengatur pola makan dan aktivitas agar tetap produktif sepanjang hari tanpa kehilangan energi setelah jam makan siang.

Rekomendasi untuk kamu

Kamu butuh buku ini ?
Jelajah Kimia 2 SMA/MA Kelas 11 Kurikulum Merdeka

Jelajah Kimia 2 SMA/MA Kelas 11 Kurikulum Merdeka

Penulis: Muchtaridi
Penerbit: Pustaka Yudhistira
Buku Guru Pendidikan agama Katolik Dan Budi Pekerti Kelas VII

Buku Guru Pendidikan agama Katolik Dan Budi Pekerti Kelas VII

Penulis: Lorensius Atrik Wibawa, Maman Sutarman
Penerbit: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud
Baca juga buku yang lainnya

Putri Dalam Hutan

Putri Dalam Hutan

Penulis: Wiratu Emi
Penerbit: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
By: SIBI KEMDIKBUD

Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Nusantara Kids untuk SD/MI Kelas VI

Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Nusantara Kids untuk SD/MI Kelas VI

Penulis: Ika Lestari Damayanti, Mahmud Layan Hutasuhut, Ajeng Meidina Fadhillah, Rika Ristiana Dewi, Iyen Nurlaelawati
Penerbit: Pusat Kurikulum dan Perbukuan
By: SIBI KEMDIKBUD

Panduan Guru Geografi untuk SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi)

Panduan Guru Geografi untuk SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi)

Penulis: Budi Handoyo, Nisa Maulia
Penerbit: Pusat Kurikulum dan Perbukuan
By: SIBI KEMDIKBUD

Buku Guru Matematika Kelas VII

Buku Guru Matematika Kelas VII

Penulis: Abdur Rahman As’ari, Mohammad Tohir, Erik Valentino, Zainul Imron, Ibnu Taufiq
Penerbit:
By: SIBI KEMDIKBUD

Mother's Orchids

Mother's Orchids

Penulis: Debby Lukito Goeyardi, Widyasari Hanaya
Penerbit: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
By: SIBI KEMDIKBUD
Supertrik Kimia SMA/MA Kelas X, XI, dan XII

Supertrik Kimia SMA/MA Kelas X, XI, dan XII

Penulis: Aficha Zulviana, S.Si. dan Khoirun Nisa, S.Pd.
Penerbit: Pustaka Widyatama
By: GRAMEDIA
Geografi untuk Siswa SMA-MA Kelas 12

Geografi untuk Siswa SMA-MA Kelas 12

Penulis: Gatot Harmanto
Penerbit: Yrama Widya
By: GRAMEDIA
Cari Tahukah Kamu Home Pelajaran Kelas