loading...

Tahukah Kamu : Alasan Ilmiah Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan Siang


Aug 09, 2025   |   128 views

Sains Tubuh Kesehatan Pelajar Fakta

Alasan ilmiah mengapa kita mengantuk setelah makan siang ternyata bukan sekadar mitos atau kebiasaan malas. Fenomena ini dikenal dengan istilah post-lunch dip atau food coma dalam dunia medis, dan sudah banyak diteliti oleh para ilmuwan. Kondisi ini terjadi karena kombinasi antara proses pencernaan, perubahan hormon, serta ritme biologis tubuh.

Setelah makan siang, tubuh kita mulai memproses makanan menjadi energi. Proses pencernaan memerlukan aliran darah ekstra menuju sistem pencernaan, sehingga aliran darah ke otak sedikit berkurang. Inilah yang memicu rasa kantuk dan lemas. Selain itu, makanan yang tinggi karbohidrat dan gula dapat meningkatkan kadar insulin, yang memengaruhi masuknya triptofan ke otak. Triptofan kemudian diubah menjadi serotonin dan melatonin — hormon yang membuat kita merasa rileks dan mengantuk.

Berikut beberapa faktor ilmiah yang menyebabkan rasa kantuk setelah makan siang:

  • Ritme sirkadian tubuh – Sekitar pukul 13.00–15.00, ritme biologis manusia memang menurun secara alami, membuat energi menurun dan rasa kantuk meningkat.
  • Kandungan makanan – Konsumsi nasi putih, pasta, roti, atau makanan manis mempercepat lonjakan dan penurunan kadar gula darah.
  • Proses pencernaan – Tubuh memprioritaskan energi untuk mencerna makanan, sehingga aktivitas otak sedikit melambat.
  • Pengaruh hormon – Perubahan kadar insulin, serotonin, dan melatonin dapat memicu rasa rileks yang berujung pada kantuk.

Untuk mengurangi rasa kantuk setelah makan siang, ada beberapa tips yang didukung penelitian:

  • Pilih porsi makan yang seimbang dan tidak berlebihan.
  • Kombinasikan karbohidrat kompleks dengan protein dan sayuran.
  • Hindari makanan terlalu manis atau berlemak tinggi saat siang hari.
  • Lakukan peregangan ringan atau berjalan kaki 5–10 menit setelah makan.
  • Pastikan tidur malam cukup, minimal 7 jam.

Menariknya, rasa kantuk setelah makan siang tidak selalu hal buruk. Dalam beberapa budaya, seperti Spanyol dengan tradisi siesta, tidur siang sebentar justru terbukti meningkatkan produktivitas. Studi menunjukkan tidur siang singkat selama 10–20 menit dapat memperbaiki konsentrasi, memori, dan suasana hati.

Kesimpulannya, mengantuk setelah makan siang adalah respon alami tubuh terhadap proses pencernaan dan ritme biologis. Dengan memahami penyebabnya, kita bisa mengatur pola makan dan aktivitas agar tetap produktif sepanjang hari tanpa kehilangan energi setelah jam makan siang.

Rekomendasi untuk kamu

Kamu butuh buku ini ?
Geografi untuk Siswa SMA-MA Kelas 12

Geografi untuk Siswa SMA-MA Kelas 12

Penulis: Gatot Harmanto
Penerbit: Yrama Widya
Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas VI

Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas VI

Penulis: Maylan Sofian, Rohadi Sukton Nurjamal
Penerbit: Pusat Perbukuan
Baca juga buku yang lainnya

Buku Panduan Guru Pendidikan Khusus bagi Peserta Didik Disabilitas Rungu Disertai Hambatan Intelektual

Buku Panduan Guru Pendidikan Khusus bagi Peserta Didik Disabilitas Rungu Disertai Hambatan Intelektual

Penulis: Sylvi Noor Aini, Farida Yuliati, dan Aprilia Nandariski
Penerbit: Pusat Perbukuan
By: SIBI KEMDIKBUD

Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia untuk SD/MI Kelas VI

Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia untuk SD/MI Kelas VI

Penulis: Ade Kumalasari, Latifah
Penerbit: Pusat Perbukuan
By: SIBI KEMDIKBUD

Buku Guru Sejarah Indonesia kelas XI

Buku Guru Sejarah Indonesia kelas XI

Penulis: Sardiman AM,, Amurwani Dwi Lestariningsih
Penerbit: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud
By: SIBI KEMDIKBUD

Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Kelas II

Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Kelas II

Penulis: I Gede Jaman , I Made Agus Adi Prawira.
Penerbit: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balibang, Kemendikbud
By: SIBI KEMDIKBUD

Kelas II tema 1 Hidup Rukun

Kelas II tema 1 Hidup Rukun

Penulis: Irene Maria Juli Astuti
Penerbit:
By: SIBI KEMDIKBUD
Smart Book : Bahasa Indonesia 8 untuk SMP/MTs

Smart Book : Bahasa Indonesia 8 untuk SMP/MTs

Penulis: Daningsih Kurniasari, Sukini
Penerbit: Intan Pariwara Edukasi
By: GRAMEDIA
Smart Book : Matematika 8 untuk SMP/MTs

Smart Book : Matematika 8 untuk SMP/MTs

Penulis: Dewi Utami Sitompul
Penerbit: Intan Pariwara Edukasi
By: GRAMEDIA
Cari Tahukah Kamu Home Pelajaran Kelas